Ada 3 kelompok Paduan Suara tingkat Paroki di Paroki St. Herkulanus, yaitu: (1) P.S. GITA BAKTI HERKULANUS yang berlatih rutin tiap minggu sore, (2) P.S. IUVENISH CHORUS yang beranggotakan para OMK Paroki Santo Herkulanus, (3) P.S. SERAFIM yang beranggotakan para Pengurus dan Karyawan Yayasan Yohanes Paulus Depok.

Rabu, 01 Agustus 2012

Memilih Lagu Dalam Ekaristi

Print Friendly and PDF

Sebelum kita memilih lagu, baiknya kita mengerti tentang batasan2 yang ada dalam Mussica Sacra (MS) yaitu dok KV II Sacrosantum Concilium yang secara khusus mengatur soal Musik dalam Liturgi.

Seperti disebut dalam PUMR, ada kelompok lagu yang sama sekali tidak boleh dirubah syairnya (sesuai dgn teks asli) yaitu Madah Kemuliaan (Gloria), Syahadat (Credo), Bapa Kami (Pater Noster) dan Anak Domba Allah (Agnus Dei) yang masuk dalam kelompok lagu Ordinarium (ditambah Kyrie dan Santus+Benedictus), dan ada Kelompok Lagu yang teksnya dapat dirubah sesuai dengan thema perayaan pada hari itu.

Pemahaman mengenai Musik Liturgi sangat penting untuk menjaga Tradisi Suci dalam Gereja Katolik. Ada hal2 pokok yang perlu dipahami dalam hal ini yaitu :

1. Musik Liturgi adalah musik yang memang digubah untuk perayaan Liturgi
2. memiliki bobot kekudusan
3. masuk dalam kategori musik Gregorian, polifoni suci, musik liturgi untuk organ atau alat musik lain yang sah

Selanjutnya kita perlu melihat ciri sejati dari Musik Liturgi yaitu :
* Syair bersifat biblis atau dari sumber lain yang sesuai dgn ajaran Gereja Katolik.
* Umat dapat mengikuti nyanyian (partisipasi Aktif).
* Lagu dapat dinyanyikan baik oleh kelompok paduan suara besar maupun kecil

Dengan memperhatikan poin2 tsb di atas, maka kita semua akan semakin sadar betapa "Musik dan Nyanyian dalam Liturgi memiliki peranan luas dan penting sebagai sarana penunjang bagi kita semua yang hadir untuk mencapai suasana sakral dan dapat lebih merasakan kehadiran Allah dalam Ekaristi" dan yang paling penting adalah tidak menjadikan Ekaristi sebagai "Pertunjukkan Konser" di mana umat menjadi penonton.

Yang terakhir adalah memperhatikan tingkat kesulitan dari lagu tersebut dan mengukur kemampuan mereka yang akan menyanyikan lagu tersebut, karena jika ini tidak diperhitungkan, dampaknya ada 2 yaitu : Nyanyian pada akhirnya hanya untuk kepuasan sekelompok orang saja dan dampak yang kedua karena terlalu sulit akhirnya lagu berhenti di tengah2 dan ini jelas akan membuyarkan suasana sakral, karena pasti akan menimbulkan bisik2 dan kasak kusuk dari semua yang hadir dalam perayaan ekaristi.

Disinilah perlunya persiapan sebelum membawakan nyanyian dalam Ekaristi sebaik-baiknya karena lagu2 yang kita nyanyikan bukanlah untuk diri kita sendiri, kelompok, maupun umat yang hadir, tetapi lebih dipersembahkan kepada Kristus Putra Allah yang selalu hadir dalam setiap perayaan Ekaristi

Demikian, Semoga bermanfaat

Sumber : http://belajarliturgi.blogspot.com/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP