%">PS "GITA BAKTI HERKULANUS" berlatih tiap Minggu sore

Minggu, 30 Maret 2014

Cara Melaksanakan Tugas Liturgi sebagai Organis Gereja

Menjadi Organis di Gereja berarti menjadi petugas liturgi. Kita menjalankan tugas pertama-tama untuk melayani Tuhan dan umat-Nya, demi semakin besarnya kemuliaan Tuhan. Saya sangat tidak setuju dengan kasus di mana ada anggota koor yang menyewa organis yang bukan beragama Katolik untuk mengiringi Misa/Ibadat devosi lainnya.

Catatan ini berasal dari pengalaman saya sebagai organis. Saya sharingkan di sini untuk mengingatkan kembali kita semua, terutama bagi para organis pemula, tentang bagaimana menjadi organis Gereja yang baik, dan yang tidak bertentangan dengan pedoman Liturgi Gereja.

1. Datang lebih dahulu sebelum misa/ibadat dimulai. Akan sangat mengganggu kalau umat sudah memulai dengan ibadat dan petugasnya muncul dengan tergopoh-gopoh, langsung mengejar nyanyian umat dengan iringan organ. Sambil menunggu waktu mulainya ibadat, Anda bisa memainkan lagu-lagu instrumental.

2. Berdoa sebelum memainkan organ. Tak perlu panjang-panjang. Saya suka menyapa St Caecilia, pelindung koor dan Organis Gereja.

3. Kenali tema dan corak ibadat yang mau dirayakan. Misa atau ibadat devosional (Rosario, jalan Salib)? Masa Adven dan Prapaskah tentu berbeda dengan Natal dan Paskah. Demikian juga, misa/ibadat syukur dengan misa/ibadat arwah. Hal ini akan membantu dalam pemilihan register dan lagu-lagu. Menurut pengalaman saya, kadang-kadang kita juga harus menjadi dirigen sekaligus. Dalam hal ini, aba-abanya berdasar pada tekhnik memainkan organ.

3. Selalu ingat bahwa tugas kita adalah mengiringi nyanyian umat dan nyanyian koor. Usahakan agar bunyi organ tidak menutupi suara umat atau koor. Waktu memberi intro, volumenya bisa lebih keras namun setelah umat ikut bernyanyi, segera turunkan volume suara organ. Dalam hal ini, organ dengan pedal volume akan lebih efektif daripada organ dengan pengaturan volume manual.

4. Memberikan nada dasar yang tepat untuk pemimpin ibadat. Dalam kegiatan ibadat beberapa bagian dinyanyikan oleh pemimpin ibadat: misalnya Tanda Salib, Ajakan Berdoa, Prefasi Misa, dsb. Berikan intro singkat dengan nada dasar yang sesuai. Untuk pemimpin/ imam, nada dasar biasanya berkisar pada E – G. Untuk itu bila dirasa perlu hubungi pemimpin ibadat sebelum ibadat dimulai.

5. Ketika Misa/ibadat selesai, bisa dimainkan lagu-lagu intrumental mengiringi keluarnya umat dari Gereja. Ini sangat membantu untuk menutupi kebisingan atau crowd noise. Yah, lagu instrumentalia gerejawi/rohani, bukan yang dari Gun’s Roses.

Selain itu kita juga perlu berlatih secara tetap dan teratur. Jangan merasa semuanya sudah selesai setelah kita dipercaya untuk mengiringi dalam ibadat. Di luar jam ibadat, sediakan waktu luang untuk berlatih. Asah dan kembangkan terus kemampuan yang kita miliki. Bukankah ketrampilan bermain organ itu suatu talenta? Sebenarnya ketika kita berhenti memainkan organ, saat itu kita BUKAN organis.

Nah, saya pikir cukup dulu beberapa hal ini. Bagaimana menurut Anda?

Sumber :
http://romopatris.blogspot.com/2013/11/cara-melaksanakan-tugas-liturgi-sebagai.html

baca selanjutnya...

Sabtu, 22 Maret 2014

Teknik Berlatih Paduan Suara part.3

10 TIPS UNTUK SUARA YANG SEHAT oleh NORMAN HOGIKYAN
1. Banyak minum air, hindari alcohol dan kafein. Pita suara kita bergetar dengan kecepatan tinggi, dan banyak minum membuat pita suara tetap basah. Makanan yang memiliki kadar air yang tinggi juga baik, seperti apel, pir, semangka, melon, anggur, dsb.

2. Lakukan istirahat berbicara beberapa kali setiap hari, terutama jika telah dipergunakan secara ekstensif. Misalnya guru sebaiknya menghindari atau mengurangi berbicara diantara waktu mengajar.

3. Jika anda merokok, segera berhenti. Merokok sangat meningkatkan resiko kanker organ pernapasan. Termasuk menghirup asap dapat menyebabkan iritasi pita suara. Selain itu rokok juga dapat memperpendek kekuatan menghirup udara.

4. Jangan menyalahgunakan suara. Hindari berteriak, juga berbicara keras di ruangan yang rebut. Suara serak merupakan pertanda pita suara mengalami iritasi.

5. Biarkan otot leher dan tenggorokanmu rileks meskipun sedang menyanyi nada tinggi atau rendah. Beberapa penyanyi mengangkat kepala ketika menyanyikan nada tinggi dan menunduk jika menyanyi nada rendah untuk menghindari tegangan yang berlebihan [ada otot. Jika terjadi tegangan berlebih untuk waktu yang lama dapat menyebabkan turunnya jangkauan nada suara.

6. Perhatikan cara berbicaramu setiap hari. Sekalipun orang yang memiliki kebiasaan menyanyi yang baik bisa mengalami luka saat berbicara, karena banyak penyanyi yang tidak memperhatikan cara berbicara, apakah menyebabkan iritasi pita suara atau tidak.

7. Jangan batuk terlalu sering. Ketika kita batuk (bukan sakit batuk, tapi aktivitas batuk), itu sama seperti melakukan tegangan pada semua otot pernapasan dan pita suara sekaligus. Melakukan batuk terlalu sering bisa melukai otot tersebut dan menyebabkan suara serak. Cobalah untuk minum air untuk menghindari rasa gatal di tenggorokan. Jika batuk tidak bisa ditahan, cobalah hubungi dokter untuk pemerikasaan lebih lanjut.

8. Ketika sakit, hemat suaramu. Jangan banyak berbicara saat anda bersuara serak karena demam atau infeksi. Perhatikan suaramu.

9. Ketika berbicara pada kelompok besar di luar gedung pertimbangkan untuk menggunakan pengeras suara. Berbicara keras tanpa pengeras suara bisa menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot suara. Jadi lebih baik pergunakan pengeras suara.

10. Lembabkan udara rumah dan ruang kerjamu. Karena kelembaban udara baik untuk suara.

PEMANASAN SUARA
1. Lakukan senam mulut dan lidah di pagi hari untuk pernafasan dan sirkulasi udara yang lebih baik. Bisa dilakukan di kamar mandi atau saat dalam perjalanan ke tempat kerja.
2. Lakukan humming (menyanyi dengan bibir terkatup alias bersenandung) atau cooing (menyanyikan nada vokal A, E, I, O, U) untuk pemanasan suara di pagi hari.
3. Jika hendak melakukan aktivitas suara yang kompleks ataupun pemanasan teknik bernyanyi yang kompleks, lakukan pemanasan yang sederhana dulu.
4. Ulangi pemanasan beberapa kali dalam sehari untuk menghindari ketegangan otot leher, bahu, dan rahang.

1. TEKNIK PERNAPASAN (merupakan motor penggerak)
Seperti pada part1, dalam bernyanyi, pernafasan sangat penting karena bernafas dengan baik akan sangat membantu dalam membentuk suara serta dapat memenuhi prasering atau panjang pendeknya suatu kumpulan nada.

CARA MELATIH PERNAFASAN
Pernapasan yang buruk akan mengakibatkan produksi suara yang buruk, teknik pernapasan yang tidak benar akan menghasilkan suara yang tidak berkualitas. Menghirup napas yang baik untuk menyanyi adalah menggunakan mulut dan hidung secara bersama-sama, terutama pada waktu menghirup dengan cepat dan dalam jumlah yang banyak.

BERNAPAS YANG BAIK PADA SAAT MENYANYI
a. Jangan menggunakan cara pernapasan di mana pada waktu menghirup udara, dada dan bahu terangkat, ini membuat leher menjadi tegang dan mengganggu produksi suara.
b. Pada waktu bernapas, daerah sekitar lingkar perut mengembang dan pada waktu membuang napas mengempis. Pada waktu menghembuskan napas untuk memproduksi suara, otot-otot di sekitar pperut mengencang dan secara konstan mendorong ke dalam (mengempis) dengan perlahan-lahan dan terus-menerus sampai kalimat lagu habis. Hal ini disebut SUPPORT dan SUSTAIN
c. Untuk berlatih, tarik napas dalam-dalam selama 8 ketuk -> tahan napas saudara selama 4 ketuk -> keluarkan napas dengan berdesis dalam 8 ketukan. Lakukan latihan ini secara berulang-ulang, dang anti nada desis ngan mengucapkan no atau na atau ni, dsb. (untuk melatih diafragma, gunakan kata ho ho ho ho ho).

2. INTONASI
Pada bagian ini, saya akan lebih memperdalam dari pengertian intonasi yang sudah saya postingkan pada part1. Cekidoood! ^^ Intonasi adalah pembidik nada yang tepat atau menyanyikan nada dengan tepat. Membidik nada tinggi dengan tepat. Membidik nada rendah dengan tepat. Intinya membidik dengan tepat deh.. heheheh.. :-P untuk bisa memiliki intonasi yang baik, kita sebaiknya berlatih dengan alat music seperti piano atau keyboard. Bagi temen2 yang punya stemflute juga bisa digunakan lho.. pokoknya yang berhubungan dengan music deh.. ^^, hal ini dimaksudkan agar kita dapat membandingkan nada kita dan nada dari alat music tersebut.. (nyocokin). Kalaupun tidak bisa, kita juga bisa merekam suara alat music tersebut pada hp kita. Atau banyak cara lain lagi deh..

Setelah itu kita latih ketepatan menembak nada kita tersebut, misalnya dengan menyanyikan nada-nada sbb: o Ascending: Do Re mi Fa Sol La Si Do (dan sebaliknya) o Ascending: Do Mi Re Fa Mi Sol Fa La Sol Si La Do Si Re Do (dan sebaliknya) o Ascending: Do Re Mi Fa Re Mi Fa Sol Mi Fa Sol La Si Sol la Si Do (dan sebaliknya) Dan lain sebagainya. Jika memungkinkan, naikkan terus nada dasar. Contoh, setelah kita bernyanyi pada nada dasar C, naikkan menjadi D, lalu menjadi E, dan seterusnya.

3. SIKAP TUBUH DAN KONDISI SAAT MENYANYI
Selain hal di atas, ada hal lain yang harus diperhatikan, yaitu sekip tubuh dalam bernyanyi, baik dalam latihan maupun pada saat kita sedang tampil. Mengapa sikap tubuh ini sangat penting? Karena sikap tubuh dapat mempengaruhi sirkulasi pernapasan, di mana hal ini sangat sangat penting dalam bernyanyi. Sikap yang benar harus di latih agar dapat menjadi kebiasaan.

Pada saat menyanyi, tubuh harus dalam kondisi yang rileks (bukan santai). Tubuh yang rileks dimaksudkan agar suara yang dihasilkan juga rileks dan tidak tegang. Untuk menciptakan suasana yang rileks sebelum bernyanyi diperlukan suatu relaksasi atau pelemasan tubuh dengan cara pernapasan, dll.

Relaksasi perlu dilakukan pada saat latihan dan juga pada setiap sebelum penampilan, apalagi pada saat berlomba. Mental yang tegang mengakibatkan tubuh menjadi tegang pula, sehingga suara yang dihasilkan tidak maksimal. Posisi tubuh dalam menyanyi harus mendapat perhatian. Posisi yang paling baik adalah berdiri dengan membagi beban yang sama pada dua kaki dan menempatkan kaki sedemikian rupa sehingga menjadi seimbang, terutama agar tubuh juga dapat ikut bergerak mengekspresikan lagu yang dinyanyikan.

Pada posisi menyanyi sambil duduk, posisi tubuh pada bagian pinggang ke atas harus dalam kondisi yang sama dengan posisi tubuh bagian pinggang ke atas pada saat sedang berdiri. Posisi tubuh yang gagah sangat dibutuhkan. Ekspresi wajah pada saat menyanyi juga sangat menentukan. Pada saat mengambil nada-nada yang tinggi perlu konsentrasi dalam menyanyikannya, maka alis dapat dinaikkan, serta pipi seperti orang yang sedang tersenyum dan jangan lupa untuk membuka mulut yang lebar sesuai dengan ketentuan yang biasa dilakukan dalam menyanyi. (rahang terbuka ke bawah, bukan ke samping & dan bila memungkinkan rahang dibuka selebar buah apel.)

Pada saat menyanyi memang Nampak wajah akan terlihat jelek, namun suara yang dihasilkan akan jauh lebih berkualitas dibandingkan dengan kalau kita menyanyi hanya ingin menampilkan penampilan saja.

Sumber :
http://sonora-ecclesia.blogspot.com/2010/12/teknik-berlatih-paduan-suara-part3.html

baca selanjutnya...

Minggu, 16 Maret 2014

Teknik Berlatih Paduan Suara Part.2

Waaaah, ketemu lagi nih.. akhirnya saya ada waktu untuk nulis bagian ke-2 dari teknik berlatih paduan suara.. wkwkwk.. so langsung aja ya.. Ceketot..

Kalo di postingan yang lalu saya menulis mengenai Teknik Vokal dan Nada. Kali ini saya akan melanjutkannya dengan Pokok pembicaraan kita, yaitu Paduan Suara. So, to the point aja yaw..

PADUAN SUARA adalah penyajian music vocal yang terdiri dari 10 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakkan jiwa (soul.. wkwkwk) lagu yang dibawakan.

JENIS PADUAN SUARA
Paduan Suara UNISONO, yaitu paduan suara dengan menggunakan satu suara saja.
Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia sejenis. Contohnya: suara sejenis wanita, suara sejenis pria, suara sejenis anak-anak.
Paduan Suara 3 sejenis S-S-A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
Paduan Suara 3 sejenis T-T-B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
Paduan Suara 3 suara Campuran S-A-B, yaitu paduan suara yang menggunakan 3 suara campuran, Sopran, Alto Bass.
Paduan Suara 4 Suara Campuran, yaitu paduan suara yang menggunakan suara campuran pria dan wanita dengan suara S-A-T-B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

Sebuah lagu tercipta dengan latar belakang tertentu dan bermaksud menceritakan sesuatu kisah ataupun hal, dan untuk menemukan makna yang tersirat dari lagu terebut, maka paduan suara harus dapat membawakan sesuai dengan sesuai tanda-tanda yang telah tertulis di dalam lagu. Inilah yang disebut dengan tanda dinamik.

TANDA DINAMIK
Tanda dinamik adalah tanda untuk menyatakan keras / lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Beberapa tanda Dinamik dari yang paling keras ke yang paling lembut adalah:

fff : forte fortissimo = sekeras mungkin
ff : fortissimo = sangat keras
f : forte = keras
mf : mezzo forte = setengah keras
fp : forte piano = dimulai dengan keras dan diikuti lembut
mp : mezzo piano = setengah lembut
p : piano = lembut
pp : pianissimo = sangat lembut
ppp : piano pianissimo = selembut mungkin

TANDA TEMPO
Tanda tempo adalah tanda yang digunakan untuk menunjukkan cepat atau lambatnya sebuah lagu harus dinyanyikan.

A. TANDA TEMPO CEPAT
1. Allegro : cepat
2. Allegrato : agak cepat
3. Allegrissimo : lebih cepat
4. Presto : cepat sekali
5. Presstissimo : secepat-cepatnya
6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG
1. Moderato : sedang
2. Allegro moderato : cepatnya sedang
3. Andante : perlahan-lahan
4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT
1. Largo : lambat
2. Largissimo : lebih lambat
3. Largeto : agak lambat
4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan
5. Grave : sangat lambat, sedih
6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.

KLASIFIKASI PADUAN SUARA

Level – 1 (Penguasaan Materi)
Kriteria: Anggota mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan notasi yang tertulis pada partitur.
Tips:
- Nyamyikan panjang pendek not sesuai nilai not pada partitur
- Nyanyikan tinggi rendah nada sesuai dengan interval nada yang tertulis di partitur.
- Akan lebih baik jika anggota hafal dengan syairnya.

Level – 2 (Interpretasi)
Kriteria: anggota mampu menyanyikan lagu/materi sesuai dengan interpretasi lagu yang diinginkan oleh komponis ataupun arenger lagu tersebut.
Tips:
- Latih keras/lembut suara sesuai dengan tanda dinamika pada partitur. Kalau tidak tercantum pada partitur, dinamika disesuaikan dengan makna syair atau karakter alur melodi.
- Latih artikulasi (pengucapan) syair agar terdengar jelas. Misalkan pengucapan konsonan “r”,”ng”,”s”, dan vokal a,i,u,e,o. hal ini bertujuan agar pengucapan syair terdengar jelas, sehingga pendengarpun dapat ikut memahami lagu yang dinyanyikan.
- Perhatikan pengkalimatan agar sesuai dengan kalimat yang benar. Hal ini dapat tercapai jika didukung dengan teknik pernapasan yang baik.
- Lakukan pemanasan vokal yang cukup sebelum menyanyi, agar diperoleh Timbre atau warna suara yang menyatu, sehingga tidak ada suara yang menonjol sendiri. Ingat karena ini adalah PADUAN SUARA.

Level – 3 (Ekspresi)
Kriteria: level1 dan 2 telah mampu dilewati, dan anggota mampu menyanyikan lagu/materi dengan penghayatan total dan dikeluarkan melalui ekspresi. Percaya atau tidak, bahwa ekspresi mampu membuat sebuah lagu yang dinyanyikan benar-benar terasa jiwanya.
Tips:
- Latih cara menyanyikan lagu sesuai dengan karakter lagu, misalnya lagu/aransemen yang riang dinyanyikan dengan lincah dan riang.
- Perhatikan tanda-tanda perubahan tempo, agar lagu dapat dinyanyikan dengan tepat sehingga mendukung ekspresi.
- Tidak semua anggota dapat bernyanyi dengan ekspresi. Jadi tempatkan anggota pada posisi central dan banjar terluar (samping kanan/kiri), karena posisi ini berpengaruh terhadap penampilan secara keseluruhan.

PEMBAGIAN SUARA PADA PADUAN SUARA
Paduan suara umumnya terdiri dari 4 kelompok suara, yaitu Sopran, Alto, Tenor, dan Bass. Namun ada juga yang membagi menjadi Sopran, Meso, Alto, Tenor, Bariton, Bass. Untuk mendapatkan balance yang baik, perlu pembagian yang tepat untuk masing-masing kelompok. Dengan kata lain kelompokkan masing-masing jenis suara pada satu kelompok. Dengan tujuan agar dapat berkonsentrasi penuh dan tidak terpengaruh dengan suara lain. Namun jika masing-masing anggota telah benar-benar dapat berdiri sendir (tidak nggandol dengan temannya), anggota dari tiap kelompok dapat disebar, hal ini dimaksudakan selain melatih kemandirian not, juga agar padua suara yang didengar terdengar rata (tidak berat sebelah) (kalau tidak pakai mic lhooo… kalau pakai mic ya gak ada beda.. wkwkwk).

Selain itu komposisi S:A:T:B yang ideal adalah 3:2:2:3. Namun perlu DIINGAT, bahwa komposisi tersebut dapat diubah sesuai dengan power dari penyanyi yang ada. Namun perlu DIINGAT lagi bahwa, paduan suara ini adalah kita bernyanyi dengan bersama-sama, jadi usahakan tidak ada suara yang dominan sendiri, karena akan merusak keindahan dari lagu/materi yang dibawakan.

DIRIGEN
Dirigen dalam paduan suara sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penampilan Paduan Suara (selain dari anggotanya sendiri nih). Idealnya Dirigen Paduan Suara merangkap sebagai pelatih Paduan Suara sejak awal program latihan dilaksanakan, agar secara emosional akan terjalin komunikasi yang lebih dekat. Sehingga timbul perasaan “krasan”.. wkwkwk

Paduan Suara dipimpin oleh seorang Conductor/Dirigen. Untuk menjadi seorang conductor tidak sembarangan. Seorang conductor dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dari anggota paduan suara yang lain.

SYARAT MENJADI SEORANG CONDUCTOR
Memiliki sifat kepemimpinan
Memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
Mengerti Notasi
Kritis terhadap Notasi
Simpatik
Sebaiknya sehat jasmani dan rohani
Menguasai cara efektif
Memiliki daya imajinasi yang tinggi.

TIPS:
- Pilihlah Dirigen yang memiliki wawasan paduan suara lebih daripada anggota paduan suara lainnya, jangan berdasarkan senioritas saja.
- Fungsi dirigen memadukan suara dari anggotanya sehingga menjadi satu komposisi yang padu dan harmonis. Untuk itu dirigen harus menguasai materi dengan baik dan benar, sebelum ia memadukan (memimpin) kelompok paduan suaranya.
- Dirigen jangan memulai aba-aba jika seluruh anggotanya masih belum memperhatikan. Karena kontak mata sangat penting untuk menjalin komunikasi antara dirigen dan anggota paduan suara.

Nah sampai sini dulu ya postingan mengenai paduan suara, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi kawan-kawan semua, agar terbentuk sebuah tim paduan suara yang solid, kokoh, dan bermutu.. Kita sambung lagi di part uang ke-3.. hehehehe.. Selamat Berlatih.. Tuhan memberkati.

Sumber :
http://sonora-ecclesia.blogspot.com/2010/10/teknik-berlatih-paduan-suara-part2_21.html

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP