%">PS "GITA BAKTI HERKULANUS" berlatih tiap Minggu sore

Minggu, 16 Januari 2011

Pedoman Pelaksanaan Perayaan Ekaristi

Print Friendly and PDF

A. Ritus Pembuka

1. Unsur
Perarakan masuk: para petugas liturgi masuk diiringi nyanyian pembuka. Tujuan nyanyian adalah untuk membuka misa, membina kesatuan umat, mengantar masuk ke misteri masa liturgi dan mengiringi perarakan.
Penghormatan altar dan salam oleh imam. Salam di satu sisi mengungkapkan kehadiran Tuhan di tengah-tengah umat dan di sisi lain memperlihatkan tanggapan umat yang berkumpul.
Ordinarium: Tuhan kasihanilah kami, didaraskan atau dinyanyikan untuk mengungkapkan seruan kepada Tuhan dan memohon belas kasihanNya.
* Kemuliaan: menjadi madah umat untuk memuji Allah Bapa dan Anak Domba Allah serta memohon belas kasihanNya. Kemuliaan dilagukan/diucapkan pada hari raya, perayaan meriah dan hari minggu (kecuali adven dan prapaskah).
Doa pembuka: Sebelum doa diucapkan ada saat hening untuk menyadari kehadiran Tuhan, dan dalam hati mengungkapkan doanya masing-masing. Lalu imam membuka doa yang mengandung inti perayaan liturgi yang dirayakan dan menutup dengan rumusan trinitaris. Doa pembuka disebut doa collecta dan presidensial. Doa collecta berarti kumpulan dari doa-doa yang diungkapkan oleh umat pada saat hening yang kemudian diteruskan oleh imam. Karena hanya imam yang mendoakan doa pembuka itu, maka doa pembuka juga disebut doa presidensial, yaitu doa resmi dan publik yang dibawakan oleh pemimpin atas nama seluruh umat. Dalam doa ini, umat tidak diikutsertakan untuk mengucapkannya. Umat hanya menjawab “amin” setelah imam mengakhiri doanya dengan doa trinitaris, yaitu doa yang diarahkan kepada Allah Bapa, dengan pengantaraan Putra dalam Roh Kudus.

2. Tujuan:
• Menjadi pembuka, pengantar dan persiapan.
• Mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka supaya mendengarkan sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak .

3. Tata Gerak
• Berdiri: saat arak-arakan sampai salam; kemuliaan sampai doa pembuka.
• Duduk/berlutut: saat pengantar sampai Tuhan kasihanilah kami.

B. Liturgi Sabda

1. Unsur:
• Bacaan I: Dari Kitab suci dan dibacakan oleh seorang lektor dengan suara lantang, dengan ucapan jelas, pembawaan pantas dan penghayatan yang mendalam. Lektor tidak perlu membaca “BACAAN PERTAMA”!
• Masmur tanggapan: dipilih sesuai dengan bacaan yang bersangkutan. dianjurkan untuk dilagukan, terutama bagian refren. Fungsi mazmur untuk menopang permenungan atas sabda Allah
• Bacaan II: Dari Kitab suci dan dibacaan oleh seorang lektor seperti bacaan I. Kalau ada alasan yang berat, bacaan II bisa ditiadakan.
• Bait Pengantar Injil: Bait Pengantar Injil wajib dinyanyikan, bila tidak dinyanyikan, lebih baik dihilangkan. Tujuan Bait Pengantar Injil adalah untuk menyambut dan menyapa Tuhan yang siap bersabda dalam Injil dan sekaligus menyatakan iman umat.
• Bacaan Injil.
• Homili: Yang memberikan adalah imam, pemimpin perayaan (tidak pernah oleh awam). Hari minggu dan pesta, wajib ada homili. Tujuan dari homili adalah untuk memupuk semangat hidup kristen dengan menjelaskan bacaan-bacaan atau teks lain yang berhubungan dengan misteri yang dirayakan.
• Pernyataan Iman: Mendoakan atau melagukan syahadat. Tujuannya agar seluruh umat yang berhimpun dapat menanggapi sabda Allah yang dimaklumkan dan dijelaskan dalam homili.
• Doa Umat: Doa Umat oleh lektor/petugas untuk menyatakan permohonan atas keselamatan dan permohonan untuk mengamalkan tugas imamat yang mereka terima melalui baptis. Umumnya doa itu berisi doa untuk keperluan Gereja, penguasa negara dan keselamatan seluruh dunia, untuk orang yang menderita dan untuk umat setempat atau kepentingannya sesuai dengan misteri yang dirayakan. Imam membuka dan menutup. Tujuan doa umat adalah sebagai tanggapan umat atas sabda Allah yang mereka terima dengan penuh iman.

2. Tujuan:
• Tujuan: Untuk menyingkapkan misteri penebusan dan keselamatan serta memberikan makanan rohani melalui sabda yang diwartakan.
• Lewat liturgi ini, umat merasakan kehadiran Tuhan, meresapkan dalam keheningan dan nyanyian dan mengimani dalam syahadat serta mengungkapkan pengharapannya dalam doa umat.

3. Tata Gerak:
• Duduk: saat mendengarkan bacaan I, II, menanggapi sabda melalui nyanyian masmur dan mendengarkan homili.
• Berdiri: Umat berdiri saat Menyanyikan Bait Pengantar Injil, mendengarkan Injil dan mendoakan syahadat dan doa umat.

C. Liturgi Ekaristi

1. Unsur
• Persiapan Persembahan: kolekte dan bahan persembahan yaitu roti dan anggur dibawa ke altar. Perarakan persembahan diiringi dengan nyanyian persiapan persembahan sampai semua bahan tertata di atas altar. Dilanjutkan pendupaan terhadap roti dan anggur, salib dan altar. Pendupaan melambangkan persembahan dan doa Gereja yang naik kehadirat Tuhan. Imam dan umat juga didupai untuk menegaskan martabat luhur mereka.
• Doa Persiapan Persembahan: Imam mengundang umat untuk berdoa dan diakhiri dengan doa persiapan persembahan yang bersifat presidensial.
• Doa Syukur Agung:
Makna: DSA merupakan pusat dan puncak seluruh perayaan Ekaristi, yang berisi doa syukur dan pengudusan. Dalam doa ini seluruh umat menggabungkan diri dengan kristus dalam memuji karya Allah yang agung dan dalam mempersembahkan korban.
• Ucapan syukur: dalam Prefasi, atas nama seluruh umat, imam memuji Allah bapa dan bersyukur kepadaNya atas seluruh karya penyelamatan atau atas semua alasan tertentu.
• Aklamasi: Umat bersama imam melagukan kudus.
• Epiklesis: Gereja memohon kuasa Roh Kudus dan berdoa supaya bahan persembahan menjadi tubuh dan darah Kristus; juga supaya korban itu menjadi sumber keselamatan yang menyambutnya.
• Kisah Insitusi dan konsekrasi: Mengulangi kata-kata dan tindakan yesus dalam perjamuan terakhir, dimana Ia mempersembahkan tubuh dan darahNya untuk dimakan dan diminum.
• Anamnesis: Gereja mengenangkan Kristus, terutama sengsaraNya yang menyelematkan, kebangkitanNya yang mulia dan kenaikanNya ke sorga.
• Persembahan: Gereja mempersembahkan korban yang murni kepada Allah Bapa dalam Roh Kudus sebagai tanda nyata persembahan diri sendiri.
• Permohonan: Ekaristi dirayakan dalam persekutuan Gereja (surga dan bumi) untuk kesejahteraan seluruh Gereja dan anggota-anggotanya (hidup maupun meninggal).
• Doksologi Penutup: diungkapkan pujian kepada Allah dan dikukuhkan dengan aklamasi meriah Amin.
• Bapa kami: imam bersama umat berdoa Bapa Kami mohon rejeki, pengampunan dosa dan dibebaskan dari segala kejahatan.
• Doa dan salam Damai: memohon damai dan kesatuan Gereja dan seluruh umat manusia, sebelum akhirnya kesatuan itu disempurnakan dengan Tubuh Kristus. Diungkapkan dengan saling memberi salaman dengan orang terdekat
• Pemecahan roti: imam memecahkan roti sebagai simbol umat yang banyak menjadi satu karena menyambut satu roti yaitu Kristus sendiri. Pemecahan roti ini diiringi dengan nyanyian/darasan anak domba.
• Komuni: umat ambil bagian dalam komuni sebagai tanda keikutsertaan umat dalam korban Kristus yang dirayakan. Sementara itu dinyanyikan nyanyian komuni agar umat secara batin bersatu dalam komuni, secara lahir bersatu dalam nyanyian; untuk menunjukkan kegembiraan hati dan menggaris bawahi perarakan komuni.
• Doa Sesudah Komuni: Imam berdoa presidensial untuk menyempurnakan permohonan umat sekaligus untuk menutup seluruh ritus komuni sambil mohon agar misteri yang telah dirayakan menghasilkan buah.

2. Tujuan
• Menghadirkan korban salib dalam Gereja untuk menyatakan karya penyelamatan dan penebusan

3. Tata Gerak:
• Berdiri: saat prefasi sampai kudus; Bapa kami, salam damai.
• Duduk: pemecahan roti, sesudah komuni, doa sesudah komuni.
• Duduk/berlutut/berdiri: Doa Syukur Agung, pemecahan roti

D. Ritus Penutup

1. Unsur
• Pengumuman: mengumumkan hal yang berhubungan dengan kepentingan jemaat seluruhnya, terutama pengumuman perkawinan.
• Salam dan Berkat Imam: Imam memberkati dengan berkat biasa atau meriah.
• Pengutusan: Umat diutus untuk menjadi pewarta kabar gembira.
• Penghormatan altar: mencium altar dan meninggalkan altar.
• Perarakan ke sakristi: bersama seluruh petugas liturgi, imam kembali ke sakristi, dengan diiringi lagu penutup.

2. Tujuan:
• Bagian ini menutup seluruh rangkaian perayaan ekaristi dan sekaligus membuka tugas perutusan untuk mewartakan kabar gembira.

3. Tata Gerak
• Duduk: mendengarkan pengumuman.
• Berdiri/berlutut: menerima berkat, pengutusan dan berdiri saat prosesi perarakan petugas liturgi ke sakristi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP