Minggu, 24 November 2019

Ulasan Eksegetis Bacaan Kitab Suci Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Berkuasa atas Semesta Alam?

Pada hari raya Kristus Raja Semesta Alam tahun B ini dibacakan Yoh 18:33b-37. Petikan ini memperdengarkan pembicaraan antara Pilatus dan Yesus. Pilatus menanyai Yesus apakah betul ia itu raja orang Yahudi ketika memeriksa kebenaran tuduhan orang terhadap Yesus. Yesus menjelaskan bahwa kerajaannya bukan dari dunia sini. Ia datang ke dunia untuk bersaksi akan kebenaran.

Injil mengajak kita mengenali Yesus yang sebenarnya, bukan seperti yang dituduhkan orang-orang, bukan pula seperti anggapan Pilatus yang sebenarnya tidak begitu peduli siapa Yesus itu. Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam ini juga merayakan kebesaran manusia di hadapan alam semesta. Itulah kebenaran yang dipersaksikan Yesus dan yang dipertanyakan Pilatus.

baca selanjutnya...

Sabtu, 23 November 2019

Memahami Madah Kemuliaan

“Kemuliaan adalah madah yang sangat dihormati dari zaman kristen kuno. Lewat madah ini Gereja yang berkumpul atas dorongan Roh Kudus memuji Allah Bapa dan Anakdomba Allah, serta memohon belaskasihan-Nya. Teks madah ini tidak boleh di ganti dengan teks lain. Kemuliaan di buka oleh imam atau , lebih cocok, oleh solis atau oleh kor, kemudian dilanjutkan oleh seluruh umat bersama-sama, atau oleh umat dan paduan suara bersahut-sahutan, atau hanya oleh kor. Kalau tidak dilagukan, madah Kemuliaan dilafalkan oleh seluruh umat bersama-sama atau oleh dua kelompok umat secara bersahut-sahutan.

Kemuliaan dilagukan atau diucapkan pada hari-hari raya dan pesta, pada perayaan-perayaan meriah, dan pada hari Minggu di luar Masa Adven dan Prapaskah.”

Kutipan di atas diambil dari Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) artikel 53. Dari kutipan di atas kita bisa tangkap beberapa hal:

Jumat, 22 November 2019

Memahami Ritus Damai

Dalam Ritus Damai (Ritus Pacis) Imam selebran mengingatkan umat beriman bahwa Yesus berjanji untuk memberikan rasul-rasul-Nya damai dan meninggalkan mereka dengan damai-Nya. Sebab itu seluruh umat diundang untuk membagikan damai dengan orang-orang sekelilingnya. Sebelum kita menerima Yesus dalam Komuni Kudus, kita berdoa untuk damai dalam dunia dan memberikan tanda cinta kita kepada satu sama lain. Yesus mengajarkan kita bahwa pada saat mempersembahkan persembahan di atas altar dan kita ingat akan sesuatu yang ada dalam hati saudara terhadap kita, kita harus meninggalkan persembahan kita dan pergi berdamai dahulu dengannya (bdk. Mat 5:23) Pada saat kita menyiapkan diri untuk menerima Yesus di dalam Komuni Kudus, adalah sangat penting bahwa kita berada dalam kerukunan – dalam kesatuan – dengan satu sama lain (PUMR 82).

baca selanjutnya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP